SmartSection is developed by The SmartFactory (http://www.smartfactory.ca), a division of INBOX Solutions (http://inboxinternational.com)
Pencerahan Injil > Pencerahan Injil > Menjamin Kehidupan anak-anakNYA
Menjamin Kehidupan anak-anakNYA
Published by WebMaster on 2015/12/15 (420 reads)
Matius: 21:28-32
Posted on December 14, 2015 by Pater Yori Soda Nango SVD
Selasa, 15 Desember 2015

Matius: 21:28-32; Zefanya: 3:1-2, 9-13

Pilihan dan keputusan yang kita buat saat ini selalu mengandung konsekuensi tertentu di masa depan. Kedua anak dalam cerita Injil yang kita dengarkan hari ini adalah satu contoh tipikal manusia yang memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan kehendak sesuatu yang dipercayakan kepada mereka.

Yang lain bilang tidak, namun kemudian ia pergi untuk melakukannya. Yang satu bilang iya, namun tidak melaksanakannya. Yesus meneguhkan kita dalam injil hari ini bahwa keputusan kita untuk melakukan atau tidak melakukan kehendak Tuhan menentukan bagaimana masa depan keselamatan dan penebusan kita. Tentu rahmat keselamatan dan penebusan itu senantiasa terbuka bagi kita manusia.

Namun rahmat keselamatan itu membutuhkan sebuah inisiatif dan keterbukaan dari pihak manusia untuk menerima dan melaksanakannya. Rahmat dapat bekerja kalau kita juga mau terbuka terhadap kerja rahmat itu dan berusaha menjalankannya secara praktis dalam segenap aspek kehidupan kita. Keputusan kita untuk bekerja berdasarkan gerakan rahmat Tuhan itu akan mempengaruhi kita dalam mewujudkan masa depan kita, baik di dunia ini maupun dalam masa yang akan datang, ketika Tuhan memanggil kita kembali kepada-Nya.

Cerita Yesus tentang dua anak dalam injil hari ini menjelaskan kepada kita tentang jalan menuju Kerajaan Surga. Ayah dalam ilustrasi Injil hari ini tentunya menjamin kehidupan anak-anaknya dengan memberikan mereka apapun yang mereka butuhkan. Apapun yang dia punya adalah juga kepunyaan anak-anaknya. Ia juga mempercayakan anak-anaknya dengan pekerjaan besar dalam kebun anggurnya. Betapa dia mengharapkan mereka mampu mengemban tanggung jawab tersebut secara penuh sebagai bukti tanda syukur, terima kasih dan loyalitas mereka.

Anak yang memberontak terhadap perintah ayahnya secara terang-terangan kemudian menyesali ketaktaatannya, mengubah keputusan untuk melaksanakan perintah ayahnya. Anak yang awalnya menyatakan ketaatannya kemudian justru menjadi anak yang tidak melakukan perintah ayahnya. Demi menuruti ego dan kesenangannya sendiri, ia melawan perintah ayahnya. Lalu, siapa kira-kira anak yang baik? Kedua anak tidak menaati perintah ayahnya- namun salah satunya bertobat dan melakukan apa yang dikatakan ayah-Nya.

Dalam Injil hari ini, Yesus menunjukkan secara jelas bahwa maksud baik saja tidak cukup. Janji tidak pernah akan diperhitungkan tanpa realisasi nyata. Yesus berdoa bagi kita agar dalam maksud hati maupun dalam tindakan nyata, kita tetap setia berkanjang dalam kebaikan yang tertuju untuk kemuliaan Allah dan kebaikan sesama. Tranformasi hati dan budi mestilah diikuti oleh sikap terima kasih dan respek terhadap setiap kepercayaan yang Tuhan beri dalam hidup kita.

Ketaatan kita pada Tuhan mestilah ketaatan yang tulus dalam kata dan perbuatan nyata.

Amin.
Sumber: http://lubukhati.org/
  View this article in PDF format Print article Send article

Navigate through the articles
Previous article Yes 45:22 Berpalinglah kepada-Ku Sabda Tuhan dalam Kehidupan Sehari2 Next article

Login






Lost Password?
Register now!