SmartSection is developed by The SmartFactory (http://www.smartfactory.ca), a division of INBOX Solutions (http://inboxinternational.com)
Pencerahan Injil > Pencerahan Injil > Masa Adven > Hidup Bersama sebagai Keluarga Allah
Hidup Bersama sebagai Keluarga Allah
Published by WebMaster on 2015/12/11 (389 reads)
Pesan Natal Bersama KWI-PGI 2015
Hidup Bersama sebagai Keluarga Allah

Tema Natal yang disusun bersama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2015: “Hidup Bersama sebagai Keluarga Allah”.

Dalam pesan Natal bersama itu, para pemimpin Gereja mengajak umatnya untuk bersyukur atas kehadiran Sang Juru Selamat.

Selain itu, Gembala Umat juga mengingatkan umatnya bahwa pemahaman kita tentang keluarga tidak hanya terbatas pada keluarga inti (ayah, ibu dan anak), tetapi kita juga ada bersama dengan keluarga lain dalam satu kesatuan sebagai Umat Allah. Sebagai Keluarga Umat Allah kita mendiami bumi sebagai Rumah Bersama.

Hidup bersama sebagai Keluarga Allah mengandung pesan bahwa semua manusia adalah keluarga. Dengan tanggung jawab yang sama menjaga hidup bersama agar semakin baik bagi manusianya maupun bagi ciptaan lain.

“Peristiwa Natal mengingatkan kita untuk hidup sebagai keluarga Allah…kita mempunyai tanggung jawab untuk menjadikan hidup bersama di bumi ini semakin baik”.


Tanggung jawab warga negara dan bangsa

Ajakan para pimpinan Gereja ini diwujudkan dengan komitmen bersama umat kristiani berteguh hati melaksanakan tujuan kehadiran Allah di dunia yakni menciptakan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan. Lebih jauh, hal ini dapat diwujudkan dengan menghayati kerukunan Allah yang damai, rukun, adil dan saling menerima dalam keanekaragaman.
Berkaitan dengan menjaga keutuhan alam ciptaan, para uskup bersama anggota PGI bergerak bersama umatnya memerangi segala upaya merusak alam. “Kita harus mengupayakan bumi yang satu ini sebagai ‘rumah kita bersama’”.

Hidup sederhana dan jujur di tengah pengaruh globalisasi keserakahan dan ketidakpedulian. Umat Kristiani Indonesia diajak untuk mengendalikan diri dan berani mengatakan cukup, bersedia untuk hidup berbagi dan menentang sistem dan struktur yang merampas hak orang lain.

Sumber: mirifica.net
  View this article in PDF format Print article Send article

Navigate through the articles
The Candle of Peace Next article

Login






Lost Password?
Register now!