• Yearly view
  • Monthly view
  • Daily view
Renungan
Renungan Harian
Start : Thursday 17 July 2008, 4:50
End : Thursday 17 July 2008, 4:50
Renungan Harian: Kamis 17 Juli 2008

Bacaan I: Yesaya 26: 7 – 9, 12, 16 - 19; Mazmur 102: 13 - 21
Injil: Mateus 11: 28 - 30

‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.’ Apa yang dimaksudkan Jesus dengan kuk dalam perikope Injil hari ini? Orang-orang Jahudi menggunakan gambaran kuk untuk mengekspresikan ketaatan atau penyerahan diri secara total kepada Allah. Mereka berbicara tentang kuk hukum, kuk perintah-perintah Allah, kuk kerajaan, kuk Allah. Jesus berkata bahwa kuk yang dipikul-Nya ‚enak’. Kata Yunani untuk ‚enak’ dapat juga dimengerti ‚cocok’ dan ‚tepat’. Kuk-kuk dimodifie sedemikian rupa sehingga cocok dengan sapi atau kerbau yang digunakan untuk memikul mereka. Kita diperintahkan untuk menggunakan ‚kuk Jesus yang manis’ untuk menghidupi ‚cara hidup dan kebahagiaan surgawi’. Jesus juga berkata bahwa beban yang dipikulnya ringan.

Ada suatu cerita tentang seorang anak muda memikul adiknya yang lumpuh sambil berjalan bersama ribuan orang yang sedang bersiarah mendaki gunung terjal menuju gua Maria. Seorang bapa berkata kepadanya: engkau memikul beban yang sangat berat dalam perjalanan yang jauh dan pendakian bukit terjal ini’. ‚Dia bukan beban, dia adalah adik dan saudara saya’, kata anak mudah itu. Tak ada beban terasa terlalu berat untuk dipikul kalau dia diterima dalam perasaan cinta dan dipikul dalam cinta.

Jesus menawarkan kepada kita suatu kerajaan yang baru, kerajaan keadilan, damai dan kegembiraan. Dalam kerajaan-Nya dosa-dosa tidak saja diampuni tapi dihapuskan, dan kehidupan kekal diberikan kepada semua warganya. Ini bukanlah suatu kerajaan politik, melainkan kerajaan spiritual. Kuk kerajaan Kristus, perintah-perintah dan cara hidup, membebaskan kita dari beban kesalahan dan tekakanan dari kebiasan-kebiasaan berdosa serta hasrat-hasrat yang menyakitkan. Hanya Jesus saja dapat mengangkat beban dosa dan beratnya ketakberdayaan dari kita. Jesus menggunakan analogi sebuah kuk untuk menjelaskan bagaimana kita dapat menukar beban dosa dan ketakberdayaan dengan kemuliaan dan kemenangan-Nya. Jenis kuk yang dimaksudkan dan ditawarkan Jesus bagi kita untuk memikuknya setiap hari adalah cara Dia mencitai, rahmat, dan kebebasan dari kuasa dosa. Apakah anda percaya kepada cinta Allah dan memasrahkan dirimu kepera kehendak dan rencana-Nya untuk kehidupanmu?

Tuhan Jesus, nyalakanlah hatiku dengan cinta untuk-Mu dan untuk jalan-jalan-Mu. Bantulah aku untuk menukar kuk pemberontakan dengan kuk penyerahan diri kepada Firmanmu yang kudus dan penuh kasih. Bebaskan aku dari kebodohanku sendiri yang berdosa dan kesembonganku yang selalu memberontak sehingga saya boleh secara total hanya mengharapkan apa yang baik menurut kehendak-Mu. Amen.

Francistown – Botswana, 17 Juli 08
Fr. Joe Ruma,SVD (ruma64@yahoo.com)
Who's Going ? (0) :

Login






Lost Password?
Register now!